Sampai saat ini, matematika masih menjadi tolok ukur kemampuan seseorang. Jika siswa nilai matematikanya baik, maka siswa tersebut dianggap siswa yang pandai, tetapi jika seorang siswa mendapat nilai yang jelek, maka siswa tersebut dianggap siswa yang kurang mampu. Image ini telah lama berkembang dan berlaku sampai saat ini, dan image ini tidak sepenuhnya salah. Karena pada umumnya anak yang jago matematika, anak tersebut prestasi akademiknya memang memuaskan. Hal ini terjadi karena matematika merupakan ilmu dasar, yang diterapkan pada berbagai ilmu, seperti fisika, ekonomi, geografi dan sebagainya. Oleh karena itu, siswa dituntut untuk dapat menguasai matematika.
Matematika berasal dari bahasa latin yaitu: manthanein atau mathema, yang berarti “belajar atau yang dipelajari”. Dari arti katanya sudah jelas bahwa siswa dapat menguasai matematika jika ia mau belajar. Namun pada kenyataannya, terkadang siswa mengalami kesulitan belajar matematika. Untuk mengahadapi hal tersebut, ada beberapa kiat yang dapat kita terapkan, yaitu:
1. Tumbuhkan motivasi
Motivasi sangat penting dalam proses kegiatan belajar apapun, demikian juga dalam belajar matematika. Jika kita tidak mempunyai motivasi atau kemauan yang kuat, maka kita tidak akan mampu belajar matematika secara maksimal. Kita perlu menumbuhkan bahwa matematika itu sangat penting dalam kehidupan dan juga sangat berkaitan erat dengan mata pelajaran lain. Selain itu, banyak hal dalam matematika yang menantang kita untuk selalu berpikir aktif dan kreatif memecahkan masalah dengan berbagai cara. Kita harus mengilangkan image, bahwa matematika sangat sulit, saya tidak dapat menyelesaikannya, menakutkan dan pikiran-pikiran negative lainnya. Kita harus yakin bahwa setiap masalah pasti ada pemecahannya. Kita jangan berputus asa jika kita belum menemukan pemecahannya. Dalam bahasa Belanda matematika berasal dari kata wiskunde, yang berarti ilmu pasti. Jadi, kita harus selalu yakin bahwa kita pasti akan menemukan jawabannya.
2. Bentuk suasana yang kondusif
Suasana yang kondusif sangat berperan dalam proses belajar matematika. Jika kita sedang mempunyai beban, tertekan, sumpek, atau perasaan-perasaan lain, maka kita akan sulit untuk dapat memahami materi apalagi memecahkan masalah. Untuk itu, kita perlu menjauhkan diri dari perasaan-perasaan negative tersebut. Bagi kita yang senang akan ketenangan, kita perlu menjauhkan diri dari kebisingan, seperti suara TV, radio atau mungkin orang tua yang sedang mengobrol terlalu keras. Bagi yang suka musik, belajar matematika sambil mendengarkan musik juga ada baiknya, supaya tidak cepat jenuh dan pikiran tidak cepat lelah. Suasana belajar yang nyaman juga dapat diciptakan dengan cara menghias meja belajar, merapikan buku-buku pelajaran, menanam pot hidup di atas meja, memasang foto-foto idola dan sebagainya.
3. Sediakan alat-alat bantu
Matematika tidak dapat dipelajari dengan cara membaca saja, tetapi kita perlu membayangkan, menulis, memperagakan dan sebagainya. Soal yang kita hadapi terkadang tidak dapat hanya dibayangkan saja, tetapi soal tersebut mungkin perlu disederhankan, dibuat modelnya ataupun digambar. Nah, di sini kita perlu alat bantu berupa alat-alat tulis. Matematika juga banyak menghadapkan kita pada persoalan-persoalan yang menuntut kemampuan spatial/kemampuan membayangkan benda-benda ruang. Alat bantu yang berupa benda-benda seperti kubus, balok , silender, dan lain-lain akan sangat membantu kita dalam belajar bangun-bangun ruang. Dengan alat tersebut kita lebih terbantu, karena kita tidak perlu membayangkan lagi, tapi kita dapat mengamati langsung. Alat bantu juga dapat berupa ringkasan atau catatan kecil. Rumus-rumus matematika kadang perlu kita hafalkan, maka ringkasan merupakan salah satu cara yang dapat membantu kita dalam proses menghafal secara cepat dan tidak membosankan.
4. Menyelesaikan soal yang bervariasi
Matematika merupakan ilmu yang menarik, karena mempelajari matematika seperti halnya kalau kita belajar naik sepeda, belajar renang atau belajar keterampilan lain. Latihan soal yang bervariasi, akan mendukung kita untuk berpikir luas dan tidak meremehkan persoalan. Kadang kita meremehkan materi yang rumusnya sedikit, seperti pada materi pythagoras. Pada materi ini berlaku “kuadrat sisi miring sama dengan jumlah kuadrat sisi siku-sikunya”. Di sini kadang kita hanya menghafal rumusnya saja tanpa berlatih mengerjakan soal-soalnya, padahal materi ini sangat banyak memuat variasi soal. Hal seperti ini perlu kita hindari, karena dalam matematika satu rumus dapat dikembangkan ke tak berhingga variasi soal. Soal-soal yang bervariasi dapat diperoleh dari buku kumpulan soal, soal dari guru, atau dapat juga mengkoleksi sendiri soal-soal tahun-tahun sebelumnya. Kita perlu membiasakan diri mengerjakan soal dari yang mudah ke tingkat yang lebih sulit.
5. Jangan pernah putus asa/mengeluh
Jika kita mudah putus asa atau mengeluh dalam belajar matematika, maka kita akan sulit menguasainya. Putus asa membuat kita lemah dan tergantung orang lain. Misalnya baru sulit sedikit kita sudah berhenti mengerjakan atau baru melihat angka-angkanya saja sudah alergi. Hal ini perlu kita hindari. Kita perlu ingat bahwa belajar matematika juga seperti halnya belajar skill, yang jika tanpa latihan, maka kita tidak akan dapat menguasainya. Jika kita tidak dapat memecahkannya, itu merupakan hal biasa dan jangan menutup diri atau membuat image “saya tidak dapat”. Kita perlu ingat bahwa kegagalan adalah jalan menuju keberhasilan, tetapi bukan berarti untuk berhasil kita harus selalu melalui kegagalan. Sekali lagi, matematika merupakan ilmu pasti, jadi kita perlu yakin bahwa kita dapat memecahkannya. Jika dari kita sendiri saat itu memang belum dapat, kita dapat berusaha dengan bantuan orang lain atau buku pendukung. Jadi, jika kita ada kemauan pasti akan ada jalan.
6. Jangan dipaksakan
Semua halnya yang sifatnya dipaksakan tentu hasilnya tidak akan baik. Kita tidak dapat belajar matematika hanya saat akan ulangan saja. Jika ini kita lakukan, maka nilai yang kita peroleh tentu tidak akan maksimal. Hal ini terjadi karena matematika merupakan pelajaran yang saling berkesinambungan/saling mendasari, seperti kita bisa perkalian jika kita sudah bisa penjumlahan, kita bisa penjumlahan jika kita sudah kenal angka dan bilangan. Jadi, jika kita belajar matematika sebaiknya sedikit demi sedikit, tetapi sering, (seperti mengerjakan satu dua soal setiap hari) daripada belajar banyak tetapi waktunya dipaksakan.
7. Periksalah/teliti ulang
Matematika tidak hanya membutuhkan kemampuan memahami masalah dan memecahkannya, tetapi juga ketelitian. Jika kita dapat menyelesaikan masalah dengan cara yang benar tetapi hasilnya tidak sesuai gara-gara pekerjaan kita tidak teliti, maka sia-sialah pekerjaan kita tersebut. Untuk itu kita jangan malas untuk memeriksa ulang hasilnya dengan masalah yang dihadapi. Ini perlu kita lakukan untuk menghindari ketidaktelitian. Latihan yang sering dilakukan akan membuat kita lebih teliti.
Demikian beberapa kiat yang dapat kita terapkan dalam belajar matematika. “Salah satu perbedaan yang paling besar antara orang sukses dan orang-orang tidak sukses ialah terletak pada penggunaan waktu yang luang” (W.J. Brown)
*R. ARIS PAMBUDI
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment »


![UT 3, 4 & The Milky Way [video] UT 3, 4 & The Milky Way [video]](http://static.flickr.com/2633/4135738280_d16c9dd389_t.jpg)